Menu Esplorasi Dekranasda
Kontak Kami

Sanggar Batik Sekar Ayu, Sukses Kembangkan Batik Gedog Khas Tuban

Batik Gedog khas Tuban merupakan paduan akulturasi tiga budaya yaitu Tiongkok, Jawa- Hindu (majapahit), dan Islam. Dinamakan Gedog dikarenakan alat tradisional yang dipakai dalam proses pengerjaanya memiliki suara 'Dog, dog, dog' yang berulang-ulang.

Berkat kegigihanya, pemilik Sanggar Batik Tulis Tenun Gedog Sekar Ayu, Uswatun Hasanah berhasil menjadi pengusaha batik yang sukses dan memunculkan kembali tradisi dari kampungnya. Dengan usaha batiknya, ia bisa mengunjungi beberapa negara dan mendapat omset ratusan juta rupiah setiap bulan.

Uswatun mengatakan, batik di Desa Kedungrejo memiliki ciri khas tersendiri dari segi motif dan corak batik dengan desa lain. Selain itu, adat istiadat kuno masih dilestarikan di desa ini. Salah satunya adat istiadat menggunakan kain Batik Tenun Gedog untuk upacara adat, seperti halnya wiwit (memulai) saat musim tanam.

Mengenai motif, Uswatun menjelaskan, batik Tuban dikenal dengan motif panjiserong, panjiori atau panjikrendil. Motif inilah yang dulunya dimiliki oleh kalangan priyayi. Namun kini, batik Tuban bisa dinikmati dan dikoleksi berbagai kalangan dan lapisan masyarakat, tanpa mengenal status sosial. Selain itu juga ada motif religi seperti kijing miring dan ilir-ilir.

Saat ditemui di rumah sekaligus galeri batiknya di Desa Kedung Rejo, Kecamatan Kerek, Tuban, Uswatun mengatakan dulu di kampungnya ada tradisi yang mengharuskan laki-laki membawa 100 kain batik dengan corak berbeda saat melamar gadis pujaannya. Namun sejak tahun 1970-an, tradisi itu hilang dan tidak ada lagi yang menjalankannya.

"100 lembar kain batik itu ada artinya sendiri-sendiri di tiap motif. Tapi sejak tahun 1970-an, sudah tidak dilakukan lagi," kata Uswatun.

Dia juga menceritakan perjuangannya membesarkan Batik Gedog hingga bisa seperti sekarang ini. "Awalnya di sini orang-orang hanya bisa menenun. Semua saya mulai dari nol. Saya mulai mengumpulkan 20 anak-anak putus sekolah," ujarnya.

Ibu-ibu di desanya ikut membantu membatik dan anak-anak juga diajari membatik bahkan diberi upah meskipun hasilnya ada yang belum bagus. Berkat usahanya menerapkan industri yang mendukung kelestarian budaya dan memberdayakan masyarakat, berbagai penghargaan diperoleh termasuk dari pemerintah yang memberikan anugerah tertinggi bidang industri, yaitu Upakarti 2010 kategori pelestarian.