Menu Esplorasi Dekranasda
Kontak Kami

Kolaborasi Basha x Dekranasda Jatim, Langkah Apresiasi Produk Lokal di Platform Digital

Tren belanja daring semakin meningkat di masa pandemi ini. Hal ini bisa dimanfaatkan untuk mengapresiasi produk lokal di platform digital agar penjualan produk UMKM Jatim semakin dikenal dan digunakan masyarakat luas.

Untuk itu, Shopee Basha Market Live berkolaborasi dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Timur untuk kemajuan 170 mitra penjual lokal. Shopee Basha Market Live kembali hadir di tahun 2020 dengan tema Hippy Holiday.

’’Produk lokal Jawa Timur akan bisa bersaing maksimal jika pemasaran digitalnya juga kuat,” kata Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Timur Arumi Bachsin.

Menurut Arumi, literasi digital sudah direncanakan jauh sebelum pandemi. Itu dianggap baik untuk pengenalan produk lokal kepada masyarakat luas. Tidak hanya di Jatim, tapi juga di Indonesia. Dirinya sangat yakin akan langkah itu. Sebab, produk lokal dari UMKM Jatim dinilai layak bersaing dengan produk lainnya.

“Adanya kolaborasi dengan Basha kali ini sangat membantu program literasi digital untuk UMKM. Sedikit mengutip kata Bu Gubernur, sekarang ini kita harus go online termasuk yang paling utama transaksi jual beli. Bukan hanya disaat pandemi saja, tapi ini sudah termasuk kebutuhan saat ini,” papar Arumi. Senin, (07/12/2020). 

Kesempatan ini tidak hanya digunakan Basha untuk meningkatkan apresiasi terhadap kerajinan lokal, tapi juga mengemas ulang produk-produk melalui kampanye “Pembawa Perubahan” bersama 13 tokoh muda berprestasi dan berpengaruh di Jawa Timur seperti : Arumi Bachsin (Ketua Dekranasda Jawa Timur), Hendy Setiono (Founder & CEO of Baba Rafi Enterprise), Irmadita (Doctor and Entrepreneur; Founder of Surabaya Skin Center & Aiola Eatery), Risa Santoso (Rektor Termuda Indonesia Institut Teknologi & Bisnis Asia), Audrey Maxi (Founder of Riliv), dan lainnya

Co-Founder Basha, Christie Erin dan Devina Sugono sepakat menyebutkan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan spirit Basha.  

“Kami menginisiasi rencana kolaborasi ini sejak sebelum adanya pandemi Covid-19, namun baru terlaksana sekarang. Justru ternyata karena adanya pandemi, kami bisa saling membantu meningkatkan literasi digital yang juga menjadi fokus dari Pemerintah Daerah Jawa Timur. Basha sangat senang diberikan kesempatan untuk membagikan pengalaman berdasarkan apa yang telah Basha kerjakan 6 tahun belakangan ini,” ucap Erin. 

Devina juga berharap bahwa Basha kali ini bisa membantu mendorong penjualan karya para pengrajin lokal Jawa Timur. “Perubahan cara belanja di masyarakat kala pandemi membuat kami berharap kerjasama ini bisa memberikan dampak yang baik. Selain itu kami juga mengenalkan bagaimana transaksi di platform digital untuk membantu pengrajin lokal dan UMKM dalam memasarkan produknya,” pungkas Devina.