Menu Esplorasi Dekranasda
Kontak Kami

Kembali Gelar 3D Printing Competition, Upaya Dekranasda Jatim Menggali Inovasi Desainer

2020-12-20Kegiatan Dekranasda

Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Timur kembali menggelar 3D Printing Competition di tahun 2020 yang digelar di Visma Art Gallery dan Co-Working Space, Surabaya, Sabtu (19/12/2020) petang.

Tema kompetisi tahun ini adalah East Java in Your Home dengan sub kategori Home Decor. Dalam kompetisi ini, diikuti sebanyak 52 hasil karya. Setelah diseleksi secara ketat terdapat sepuluh finalis yang maju mempresentasikan karyanya di depan para juri secara virtual untuk menentukan siapa Juara I, II, III, dan Favorit.

Terpilih tiga pemenang dan satu juara favorit yang mendapatkan hadiah total senilai Rp 25,5 juta, keluar sebagai pemenang Juara I : Faizal Davin mendapatkan hadiah senilai Rp. 10 Juta atas karyanya Reog Chess. Disusul Juara II : Tim Gabut Malang dengan karya Malang Heritage Planter mendapat hadiah Rp 7,5 Juta ,  Juara III : Dinda Khairunissa meraih hadiah Rp 5 Juta dengan karya Bajradaka, dan Juara favorit Tim Gabut Rp 3 Juta.

Sebelum pengumuman pemenang diadakan talkshow yang menghadirkan Arumi Bachsin, Ketua Dekranasda Jatim sebagai pembicara bersama Ficky, crafter home decor dari Batu, dan Christie Erin Harsono, co-founder Basha Market. Hadir juga mewakili Gubernur Jatim adalah Benny Sampirwanto, Kepala Dinas Kominfo Jatim.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Elestianto, berharap even 3D Printing Competition Tahun 2020 ini bisa menjadi wadah bagi anak muda yang memiliki keterampilan desain. Dengan begitu melalui kompetisi tersebut bisa melahirkan anak-anak muda untuk terus berinovasi di dunia desain.

Arumi Bachsin Emil Dardak juga meminta para desainer tidak hanya bisa mendesain saja. Lebih dari itu, harus bisa menciptakan hasil akhirnya berupa produk.

"Desainer itu kadang bisa desainnya, tapi kadang-kadang hasilnya tidak sesuai. Karena itu, penting sekali bagi desainer bukan hanya bisa menciptakan desain, tetapi juga bisa menciptakan hasil akhirnya berupa produk,” jelasnya.

Arumi juga mengingatkan dengan kemudahan bertransaksi secara daring, maka tuntutannya saat ini adalah harus bisa menjadi smart buyer dan smart seller.

“Kondisi pandemi ini juga saatnya mengaplikasikan nasionalisme kita. Proud to be Indonesian, proud to use Indonesia products. Satu rupiah yang Anda keluarkan untuk membeli produk lokal bisa menjadi penyambung nyawa untuk usaha itu,” kata Arumi.

Benny Sampirwanto mewakili Gubernur Khofifah mengatakan,  transformasi teknologi digital yang melesat begitu cepat mau tidak mau harus diimbangi dengan peningkatan kemampuan dalam penguasaan teknologi. Apabila tidak menguasai atau melakukannya maka akan tertinggal. Dampaknya akan kalah dalam kompetisi baik dalam skala lokal, regional maupun internasional.

 Juga dikatakan dalam sambutannya, teknologi Tiga Demensi (3D) printing ini salah satunya dapat dimanfaatkan oleh industri kecil guna mendukung sektor pariwisata. Seperti suvenir - suvenir unik yang mengangkat budaya Jawa Timur bisa menjadi sebuah pilihan untuk menciptakan produk yang khas dari masing -masing daerah.